"Cinta dan kebencian, hanyalah berjarak satu hantaman luka dan seribu lautan kenangan" — David Tandri

Monday, January 02, 2012

You Reap What You Sow



Hukum tabur dan tuai sudah diwariskan sejak turun temurun dari generasi lampau. Tidak sedikit yang meragukan kebenaran ungkapan ini, karena tidak kunjung datangnya hasil tuaian yang dinanti-nanti, padahal yang bersangkutan sudah lama menabur benihnya. Dengan kata lain, banyak orang yang mengharapkan hasil yang bisa muncul langsung secara instan, bersamaan dengan kontribusi yang diberikannya.

Manusia dan pamrih seperti dua magnet yang saling berlekatan, tidak terpisahkan dari konsep perhitungan tentang untung-rugi perbuatan. Namun ada juga manusia yang betul-betul mulia dalam memandang hukum tabur-tuai ini, bahkan melebihi tugas dan mandat yang dipercayakan kepadanya. Seperti kisah seorang tukang ledeng di bawah ini, Anda akan menemukan sebuah ketulusan yang tidak akan dijumpai pada pola pandang tabur-tuai yang lainnya.

Suatu ketika owner dari Mercedes Benz mempunyai masalah dengan kran air di kamar mandi rumahnya. Kran tersebut selalu bocor dan membuat big boss Mercedes itu khawatir akan keselamatan anaknya yang dapat terpeleset dan jatuh. Atas rekomendasi dari temannya, Mr Benz kemudian menghubungi seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran rumahnya.

Akhirnya dibuatlah janji untuk memperbaiki kran tersebut, yaitu 2 hari kemudian. Hal ini karena si tukang ledeng cukup sibuk. Bahkan tukang ledeng tersebut sama sekali tidak mengetahui bahwa yang meneleponnya adalah salah satu orang penting yaitu pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman.

Setelah ditelepon, 1 hari kemudian si tukang ledeng menghubungi Mr Benz untuk menyampaikan ucapan terima kasih karena telah bersedia menunggu hingga 1 hari lagi. Mr Benz pun terkagum-kagum atas pelayanan si tukang ledeng dan cara berbicaranya.

Selanjutnya pada hari yang telah ditentukan, si tukang ledeng datang utk memperbaiki kran yang bocor di rumah Mr Benz. Setelah diperiksa dengan seksama, akhirnya kran tersebut selesai diperbaiki dan setelah menerima pembayaran atas jasanya, si tukang ledeng pulang ke rumahnya.

Sekitar 2 minggu kemudian, si tukang ledeng kembali menelepon Mr Benz untuk menanyakan apakah kran yang telah diperbaiki sudah benar-benar dalam kondisi baik dan tidak ada masalah yang timbul?

Ternyata Mr Benz puas akan hasil kerja si tukang ledeng dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan si tukang ledeng. Mr Benz lalu berpikir, bahwa orang ini pasti orang yang hebat walaupun hanya seorang tukang ledeng.

Beberapa bulan kemudian Mr Benz pun merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya.

Tahukah Anda siapa nama tukang ledeng tersebut?

Ya, dialah Christopher L Jr. Saat ini beliau menjabat sebagai General Manager Customer Satisfaction & Public Relation di Mercedes Benz.


Jadi, sudah jelas bahwa hukum tabur-tuai juga membutuhkan toleransi, sehingga kita tidak hanya akan menabur benih yang sesuai dengan kepentingan kita, tetapi melupakan eksistensi orang lain di sekitar. Dalam sebuah wawancara, Chris juga tidak pernah mengharapkan apa pun dan menyangka akan mendapat loncatan karier sedemikian hebat dalam hidupnya. Chris hanya tahu bahwa tanggung jawabnya adalah memberikan yang terbaik bagi orang lain dalam tugasnya, dan itu adalah komitmen kerjanya. Dalam ilmu marketing, inilah yang disebut dengan service excellence.

Sudahkah Anda melayani orang lain dengan tulus, sebelum Anda berani untuk menuai hasil yang Anda tabur sebelumnya, dan mempertanggungjawabkan kelanjutannya?***

Medan, 02 Januari 2012

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com